Showing posts with label bhinneka tunggal ika. Show all posts
Showing posts with label bhinneka tunggal ika. Show all posts

July 10, 2014

Rindu Rasa Tanpa SARA

Selama 69 tahun kemerdekaan Indonesia, satu wacana seakan tak pernah sirna dalam kehidupan bangsa kita yaitu tentang SARA (suku, agama, ras, antar golongan). Sejak masa sidang BPUPK (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan), perdebatan Indonesia merdeka itu negara siapa telah ada. Apakah untuk kelompok ras tertentu? Apakah untuk kelompok agama tertentu? Apakah untuk kelompok suku tertentu? Kita berpikir dengan ditetapkan Pancasila dan UUD 1945 perdebatan itu telah selesai. Bahwa Indonesia yang merdeka adalah negara untuk semua. Sayangnya di masa modern sekarang, perdebatan itu tampak belum benar-benar tuntas.

October 27, 2013

Pemuda-Pemudi, Di Tanganmu Indonesia Hebat

“Wahai Putra Putri Bangsa, bersatulah! Di tanganmu Indonesia hebat!” kalimat yang penulis dengar dari radio dan lihat di televisi dalam iklan #INDONESIAHEBAT, ditayangkan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2013 oleh BP Pemilu PDI Perjuangan. Iklan ini menarik perhatian penulis dalam tiga perspektif, yaitu sebagai kader PDI Perjuangan, sebagai pemerhati komunikasi, dan sebagai pemuda Indonesia.

Perspektif pertama adalah sebagai kader PDI Perjuangan. Mendengar Ketua Harian BP Pemilu PDI Perjuangan Puan Maharani mengucapkan kalimat “Wahai Putra Putri Bangsa, bersatulah, di tanganmu Indonesia hebat!” dengan lantang dan tegas, hati penulis tergerak. Bukan hanya karena penulis juga sebagai Tenaga Ahli beliau di DPR, namun karena di dalam satu kalimat itu terkandung semangat sejarah pemikiran Indonesia, kekhawatiran masa kini di benak orang Indonesia, dan harapan atas masa depan yang terpendam di hati banyak rakyat.

November 02, 2012

Bukan Indonesia KTP


Di atas kertas konflik Lampung Selatan menjadi satu tambahan angka bagi 89 konflik sosial yang telah terjadi di Indonesia dari Januari hingga Agustus 2012 (data Kemdagri). Namun di atas semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) konflik Lampung Selatan adalah satu noda hitam lagi setelah adanya 89 noda hitam konflik sosial yang tersebar di Nusantara sepanjang tahun. Noda hitam peristiwa Lampung Selatan pun semakin membesar dengan kegagalan upaya mendamaikan desa-desa yang bertikai (Kompas, 1 November 2012). Inilah kenyataan sosial Indonesia yang mengkhawatirkan dan segera membutuhkan solusi.

Solusi yang kita butuhkan sebenarnya tidak perlu dicari lagi. Sebab sudah ada tertanam sebagai wujud kearifan nasional kebangsaan Indonesia yaitu konsep Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua. Bhinneka Tunggal Ika telah ditempatkan sebagai satu dari empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita harapkan menjadi pilar kokoh menopang keberlangsungan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara. Berbagai konflik sosial yang terjadi, termasuk gagalnya upaya pendamaian di Lampung Selatan, menunjukkan kepada kita bahwa walaupun Bhinneka Tunggal Ika sudah ditanamkan dalam benak rakyat Indonesia tapi dia belum bertumbuh secara penuh. Dia belum bertumbuh menjadi pohon rindang yang mampu memberikan kenyamanan dan lindungan dari teriknya sinar perpecahan serta egoisme kelompok.