January 12, 2012

Si Marhaen & Si Marsam

Sejarah pemikiran politik Indonesia mengenal istilah kelompok Marhaen yang dimunculkan oleh Soekarno, berdasarkan hasil dialognya dengan seorang petani bernama Marhaen di Bandung. Nama itu menjadi sinonim dengan orang-orang kecil (petani dan buruh) yang terus ditekan kesejahteraannya oleh sistem ekonomi yang tidak adil. Dulu kelompok Marhaen dianggap sebagai kelompok masyarakat terbanyak di Indonesia. Sekarang yang serupa dengan Marhaen adalah 30,2 juta orang penduduk miskin dan 27 juta penduduk hampir miskin di Indonesia.

Jumlah Si Marhaen saat ini kalah banyak dengan kelas menengah atau Si Marsam. Penulis memunculkan istilah Marsam berdasarkan hasil diskusi dengan seorang yang dipanggil Marsam, sosok nyata kelas menengah Indonesia. Mereka adalah yang membelanjakan uangnya 2 sampai 20 dollar AS per hari, menurut definisi Bank Dunia, dengan jumlah sekitar 134 juta orang di Indonesia. Namun Si Marsam ini rapuh karena 120 juta orang dari mereka dapat menjadi Si Marhaen dalam semalam bila harga BBM dan pangan naik.

October 20, 2011

Konsultan Politik & Konsultan Kampanye

Di film horor “Bayi Ajaib” tahun 1982, ada satu adegan sang antagonis menyusun kembali makam keramat leluhurnya dengan harapan dibantu menjadi lurah. Satu demi satu batu makam dia tegakkan sambil berkata “jadi lurah…jadi lurah”. Sekarang pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) bertebaran di Indonesia sebagai efek diperluasnya otonomi daerah. Buat yang masih gaib mungkin masih seperti di film “Bayi Ajaib”, mencari bantuan leluhur untuk memenangkan Pemilukada. Tapi saat ini lebih banyak calon yang mencari bantuan konsultan politik guna memenangkan kursi di daerah. Layaknya pepatah “ada gula, ada semut”, semakin banyak calon maka makin banyak pula konsultan politik yang muncul.

Namun acapkali yang menyebut dirinya konsultan politik sebenarnya lebih tepat disebut konsultan kampanye. Jasa-jasa yang umumnya mereka sediakan adalah pelaksanaan survei, penyusunan strategi dan taktik kampanye, pembuatan materi komunikasi (pidato, pernyataan media, dll), design materi kreatif (iklan televisi, spanduk, billboard, poster, dll), penempatan iklan di media massa, penggalangan dukungan LSM atau ormas, dan event organizer. Berdasar pada jasa-jasa inilah para konsultan itu menjanjikan kemenangan atau kampanye yang menarik kepada para calon kepala daerah.

August 31, 2011

Nasionalisme Milenial Indonesia

Beberapa waktu yang lalu CNN menayangkan sebuah segmen tentang bagaimana baiknya perusahaan sekarang berhadapan dengan Generasi Milenial. Segmen ini dianggap penting karena makin banyak perusahaan yang mengeluh tentang perilaku unik Generasi Milenial yang menurut mereka merepotkan. Begitu juga beberapa teman saya sudah mengeluhkan tentang etika bekerja generasi Milenial yang sangat berbeda. Perhatian yang begitu besar di dunia swasta tentang transisi generasi ini menimbulkan pertanyaan bagaimana karakter unik Generasi Milenial akan mempengaruhi sikap nasionalisme di masa sekarang dan ke depan? Terutama di Indonesia.

Definisi teoritis Generasi Milenial adalah mereka yang lahir di antara tahun 1980-2001. Indonesia sendiri sudah berumur senja tapi memiliki wajah yang muda. Menurut data BPS Juli 2011 jumlah penduduk yang masuk kategori Generasi Milenial mencapai lebih kurang 104 juta orang atau 43 persen. Bahkan bila kita ingin kembangkan, saat ini 70 persen penduduk Indonesia berumur di bawah 40 tahun. Wajah mayoritas penduduk Indonesia yang begitu muda menunjukkan ada transisi generasi dan dengan itu ada perubahan perilaku di berbagai bidang, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

April 30, 2011

Jangan Panggil Mereka Buruh

Membaca data Biro Pusat Statistik (BPS) menjelang peringatan Hari Buruh menimbulkan sebuah pertanyaan tentang definisi kata “buruh”. Umumnya di Indonesia saat mendengar kata buruh maka yang terbayang adalah pekerja kasar dengan upah minimum dan kebanyakan berdasarkan kontrak. Tapi BPS mengklasifikasikan mereka bersama dengan pekerja atau karyawan. Sedangkan bila kita mendengar kata karyawan maka yang terbayang adalah kerja kantoran yang rapih, nyaman dan memiliki jenjang karir. Sebuah kontradiksi dalam pemahaman tapi dipandang sama dalam angka.

Menurut International Labor Organization (ILO) definisi tenaga kerja adalah orang di atas umur tertentu yang bekerja, baik dibayar atau memiliki usaha, dalam satu periode tertentu, bisa satu hari atau satu minggu. Isu buruh sendiri menjadi isu dunia melalui pemikiran Friedrich Engels dan Karl Marx yang sampai sekarang masih menjadi salah satu acuan utama dalam usaha buruh menentang yang disebut sebagai ketidakadilan dari kelompok pemilik modal. Tidaklah mengherankan bila kemudian isu buruh menjadi isu yang berhaluan ideologi kiri.

April 29, 2011

Indonesia Butuh Pancasila

Politik Indonesia akhir-akhir ini penuh ciri-ciri ideologi liberalisme. Dua contoh utama adalah politik transaksional yang menjadi praktik umum dan hukum pasar menjadi solusi utama untuk ekonomi. Bila ini berlanjut maka keadilan sosial tidak akan tercapai di negara ini dan rakyat hanya akan melihat negara sebagai pelayan penguasa/pemodal dan bukan pelayan masyarakat. Obat untuk penyakit ini sebenarnya sudah ada, yaitu ideologi Pancasila, tinggal apakah kita mau menggunakannya atau tidak.

Dalam tataran teori yang dimaksud dengan ideologi adalah sebuah cita-cita yang terstruktur dan digerakkan oleh pengetahuan. Dalam tataran praktik, ideologi berperan sebagai penuntun dan tolok ukur dalam penyelenggaraan negara (kebijakan publik, implementasi kebijakan, manfaat kebijakan, dll) serta sebagai bingkai tatanan kehidupan masyarakat. Selain itu ideologi juga mempunyai tiga fungsi utama. Pertama sebagai pemersatu masyarakat. Kedua sebagai dasar bagi masyarakat untuk berperilaku. Ketiga sebagai penggerak masyarakat.